Home » » MAKNA TASYABBUH/MENYERUPAI

MAKNA TASYABBUH/MENYERUPAI

Written By Rudi Yanto on Jumat, 05 Januari 2018 | 1/05/2018

MAKNA TASYABBUH/MENYERUPAI

disadur dari : Grup Facebook :Nahdhatul Ulama

Jangan salah paham ya.....


SREEET==========

Masih ttg TASYABBUH yg lg nge trend saat ini : dibaca lagi, dipikir lagi kemudian di share ya....

Sudrun tahun barunan

Malam di tahun baru itu, sudrun kelihatan tdk spt biasanya. Sambil berselimut sarung di gardu pojok kampung tdk jauh dr rumah kyai Asmuni, Sudrun kelihatan murung. Kyai Asmuni yg baru turun dr mushola setelah menunaikan sholat isya pun menghampirinya.

“Knp kamu drun? Kok kelihatan jengkel begitu?”
“Tidak apa2 yai, hanya agak sedikit sedih saja”
“Lha kenapa? Bertengkar sm istrimu ya?”
“Kok yai tahu?” Jawab Sudrun dgn ekspresi kaget.
“Selimutan sarung itu tandanya kamu hbs berantem sm istrimu. Pintunya dikunci ya?” Tanya kyai asmuni sambil tersenyum.

Dan sambil tersenyum malu sudrun pun menganggukkan kepala.

“Knp kok pintunya dikunci?”
“Anu yai... istri dan anak saya ngajak keluar untuk tahun barunan, tp saya tdk mau yai..”
“Knp kamu tdk mau?”
“Lha kan haram yai..”
 Kyai asmuni pun tersenyum kecil mendengar jawaban sudrun.

“Lha kalau gitu sana ajak istri dan anakmu bajar jagung atau bakar ikan, biar anakmu senang dan istrimu tdk marah lagi”
“Tidak yai, katanya bakar2 juga haram..”
“Lha kok bakar2 haram, alasannya apa?”
“Katanya TASYABBUH sm orang kafir bisa menjadikan kita berdosa, jd drpd saya kena dosa mjd kafir lbh baik saya di kunci pintu..”
“Oalahhhh... katanya santri, guru madrasah ibtidai’yah lha kok stres kyk gini. Ya sudahlah kalau kamu mau selimutan sarung di gardu sampe besok pagi, ya gak pa2..” Jawab kyai asmuni.

Kyai asmuni pun melangkahkan kaki diatas bakiak kesayangan menuju rumah beliau... dan sudrun hanya bisa bengong melihat kyai asmuni meninggalkannya sendirian di gardu pojok kampung itu. Hingga tdk lama kemudian sudrun mulai bergegas memakai sandal jepit Lily yg di bawanya untuk mengikuti kyai asmuni menuju rumah beliau.

SREEET__________

Begitu sampai di rumah kyai asmuni, sudrun pun duduk di kursi kayu tua yg berada di teras rumah beliau. Dan setelah berganti pakaian, kyai asmuni duduk menemani sudrun sambil menyalakan rokok kobot kesayangannya spt biasa.

“Sudah bosan di gardu drun?” Tanya kyai asmuni
Sudrun pun hanya bisa menjawab dgn Anggukan sambil tersenyum kecil.

“Kamu dengar haram itu drmn?”
“Dari kabar berita yai..”
“Siapa yg memberi kabar?”
“ ya.... ustad2 yg ada di Fb yai..”
“Kamu sudah pernah ktemu sm ustad Fb itu? Gurunya siapa? Pernah mondok diman? Sedalam apa ilmunya?”
“Hehehe.... belum yai”

Jawab sudrun sambil tersenyum. Setelah menghisap rokok kobotnya dalam2, kyai asmuni pun melanjutkan bicaranya.

“Oalahhhh..... ya kyk gini pada akhirnya kalau ada HP lbh pintar drpd yg punya HP. Tapi ya mmg harus maklum, anak sekarang suka micin semua. Gara2 Fb dan wa, gurunya sendiri yg mengajar alif ba’ ta tdk diperhatikan, kyai yg sudah mengajarkan ilmu agama dilupakan, lbh suka sm ustad dadakan di Fb yg jelas tdk arahnya malah dibela. Ustad yg tdk jelas asal usul ilmunya malah di dengarkan. Hanya karena suka dgn penampilan yg memukau. Padahal tahunya cuma dr Fb....

Sudrun pun hanya bengong mendengar ucapan kyai asmuni sambil bergumam “betul sekali yai... kidz zaman now yai..” dan sudrun yg berkecamuk pertanyaan seputar perayaan tahun baru akhirnya memberanikan diri untuk bertanya kepada kyai asmuni.

SREET______

“Maaf yai.... Apakah benar kalau TASYABBUH dgn orang kafir itu hukumnya haram spt ucapan ustad2 di dunia maya yai?”

Mendengar pertanyaan sudrun, kyai asmuni kembali minum kopi yg sudah tampak dingin setelah menghisap rokok kobot beliau.

“Di madrasahmu memakai kalender Hijriyah atau Masehi?”
“Masehi yai...” jawab sudrun sambil tersenyum.
“Lhaa Masehi itu kalendar Islam atau bukan?”

Sudrun pun mulai mengerutkan keningnya sambil berfikir keras. Melihat itu kyai asmuni pun melanjutkan ucapannya.

“Sekarang bagaimana dgn anakmu, memakai celana, istrimu memakai BH, kamu sendiri memakai celana, apa tidak meniru orang kafir? BH dan celana dalam itu asalnya dr orang kafir juga. Tapi TASYABBUH jenis itu hukumnya wajib. Drpd anakmu tdk pakai celana akhirnya burungnya kemana2, payudara istrimu juga melorot semua, kamu kalau tdk mau pake celana pas mengajar di MI apa cuma mau pakai sarung saja, dalamnya plong2an?”

Kyai Asmuni pun menyela pembicaraan dengan minum kopi sambil melihat Sudrun yg tertawa kecil sambil menutup mulut karena malu.

Kamu lihat masjid desa, masjid Jami’? Itu kubahnya bulat meniru bangunan gereja di Eropa. Menara masjid yg diatas yg buat tempat speaker adzan itu juga meniru persis tempat api buat sembahan orang Majusi. Tapi TASYABBUH itu bagus dan digalakkan.

Sudrun yg dr td mendengar sambil bengong pun bertanya.

“Tapi kok bisa ya TASYABBUH dgn orang kafir Lgs dibilang haram yai?”

Kyai Asmunipun menghisap rokok beliau sejenak dan kemudian melanjutkan penjelasannya.

SREEEET________

لكل مقال مقام ولكل مقام مقال
"Halal haram itu ada illat dan sebab, tdk serta merta Allah memberi label. Makanya jangan disma rata harus dipahami maknanya, sebab setiap hukum ada alasannya, setiap ucapan ada konteksnya, dan setiap perbuatan ada niat dan tujuannya..”

Setelah menghisap rokok kobotnya kyai Asmuni pun berkata.....

من تشبه بقوم فهو منهم
“Inti ajaran penjelasan td, perbuatan jelek jgn ditiru, biar tdk ikut jelek. Perbuatan haram jgn sampe dijalani biar tdk berdosa, tapi perbuatan mubah jgn sampai dikatakan haram kala perbuatan tsb tdk membawa mudhorot pada diri kita. Apa gara2 libur tahun baru kita mjd Nasrani? Apa gara2 meniup terompet istrimu jd Yahudi? Apa gara2 anakmu menyalakan mercon jd orang Majusi?”
“Ya tidak yai..” jawab Sudrun sambil senyum.

“Walaupun lbh bagus lg kalau tahun baru kita dzikir dirumah biar tdk boros, tp ketika kamu mengajak istri dan anakmu jalan2 kuliner malam tahun baru membeli cilok di alun2, dengan niat menuruti keinginan istri untuk merawat cinta kasih apakah itu sebuah dosa, menyenangkan istri? Kuliner beli cilok juga hukumnya mubah, apalg cuma sekedar bakar2an jagung..”

SREEET_______

Mendengar jawaban itu Sudrun langsung bergegas beranjak kedepan kyai Asmuni lalu mengambil tangan beliau dan menciumnya. Kyai Asmunipun berkata...

“Lha kamu Knp kok buru2 pamit, mau kemana?”
“Mau menyenangkan anak istri mumpung baru jam 8 lebih, drpd nanti tidur di gardu gara2 saya dikunci pintu sama istri mending jalan2 cari cilok atau cari jagung bakar yai..”
“Terus gak jd dzikir di gardu?”
“Dzikir ttp yai Asmuni saja... mohon maaf yai..hehhehe”
“ ya sudah sana, jgn lupa nanti istrimu diajak sholat tahajud, awas jgn lupa sholat subuhnya ya....”
“Beres yai....”

Sudrun pun bergegas meninggalkan kyai Asmuni yg masih duduk di kursi sambil memegang rokok kobot kesayangannya.
Share this article :
 
Contact Support: Twitter | Facebook
Copyright © 2012. AL-MUSABBIHIN - All Rights Reserved
Published by TakadaTapiono Creative